Tampilkan postingan dengan label surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surat. Tampilkan semua postingan

7.4.08

Post #6 Tertidur di Tepi Rel Kereta Pd. Ranji

bayangkan kau tidak di posisimu sekarang

 

Hari itu siang panas, duduk sebentar aku di pinggir jalan

Di kiriku bisingnya suara angkutan angkutan saling berebut jalan

Sementara belakangku, suara suara para ibu berpulang dari pasar

Kananku, sepinya jalan kecil yang jauh dari keramaian tanah modern

Dan lihat keindahan tentramnya rel kereta yang membentang jauh, jauh

 

Merdunya nyanyian anak anak kecil bermain, atau sekedar mencari receh

Kesejukan hati tak terbanding seiring belaian lembut angin sepoi

Wangi rumput hijau berbaur asap, untuk kini, harum

Bunga bunga liar di tepi rel kereta tumbuh, kecil tapi berani

 

Sedetik kupejamkan mataku, masuk ke dalam dunia imajinasi yang nyata

Bahwa aku berlari menyusuri pinggiran rel kereta, mengejar besi besar itu

Di sekitarku rumput rumput hijau diwarnai bunga bunga liar, lucu

Kubuka mataku, keluar dari bayangan imajiner

 

Huh, sayang

Aku bangun dan perlahan menjalani jalan kecil itu, tenang

 

"Luna, kok baru pulang?"

"Ketiduran di pinggir rel.."

6.4.08

Post #5 Jadi, gini doang?

 

"Ngga apa apa, Lun?"

"Ngga apa apa, kok"

Tulisan doang, ngga usah dipikirin ~ Bu Helen, Icha, Galih

Masih sedih? Udah lupain aja ~ Dian

Masih ada yang lebih kejam; masih ada yang merasakan lebih jahat ~ DUNIA

Aku tidak bodoh, sebuah kalimat tidak bisa menjatuhkan aku.

Tak bahkan sebuah paragraf atau bacaan

Aku akan dilempar ke sebuah medan dimana aku akan dicerca lebih jahat

Ini bukan apa apa

 

Tapi, salah

Ini adalah bagian dari hidupku yang tidak bisa aku lupakan begitu saja

Otomatis akan terpikir, sepanjang aku bisa dan hidupku yang masih berputar

Waktu itu relatif, bukan suatu ukuran nyata yang sama dalam persepsi orang

Panjang pendek, aku berhenti ketika itu menyakitiku

 

Dan tidak pikiran ini tidak akan menyakitiku, aku tidak akan membiarkannya

Aku yang membuat diriku berdiri dan aku yang mengontrol hidupku

 

Gue ngga akan ikut permainan tolol lo karena gue jauh lebih pinter dari lo! ~ Luna

30.3.08

Post #3 Kekurangan dan Kelebihan

 

Aku menyadari kelemahanku dan menggunakannya sebagai senjataku

Bukan sebagai tamengku; karena aku tidak hidup dibalik tameng

 

Manusia hidup dengan kelebihannya dan juga dengan kekurangannnya

Beberapa dari kita terlalu lebih tanpa menerima kurangnya

Ada pula yang menangisi kurangnya tanpa melihat lebih

 

Aku, mengetahui kelebihanku dan mengembangkannya

Aku, menyadari kekuranganku dan menggunakannya

Keduanya sebagai senjataku; dan AKU TIDAK TAKUT

 

Kau pun tak perlu takut; hanya perlu sadar

 

sudahkah?.

23.3.08

Post #2 Menyadari dan Menerima

 

Kenyataan adalah fakta yang berdetak-detak disekitarmu

Kadang faktanya memberimu kebahagiaan atau kesenangan sekilas

Bisa juga fakta meneteskan satu per satu air matamu

 

Faktaku saat ini; aku menangis di depan monitorku

Menyadari bahwa aku melihat teleponku, bahwa aku baru saja berbicara dengannya

Menyadari bahwa aku merindukannya dan masih menangis

 

Kenyataan apa yang aku rasakan sekarang tidak boleh, tidak bisa menghentikan hidupku. Kenyataan bahwa aku menangis saat ini adalah sebagian dari hidupku sekarang.

 

Aku tidak hidup untuknya. Aku tidak hidup untuk hanya mengingat masa lalu. Aku tidak hidup untuk membayang-bayangkan bagaimana masa depanku. Aku hidup untuk AKU; untuk sekarang.

 

Dan aku sekarang, menerima bahwa aku menangis, aku merindukan dia, aku menyayangi dia.

 

Dengan menyadari dan menerima apa fakta dan kenyataanku, aku tumbuh.

 

Terima kasih,.